Dapat Pesanan 20rb+ Unit Truk Fuso dari Agrinas, Nilai Kontrak Tembus Rp 10 Triliun

Dapat Pesanan 20rb+ Unit Truk Fuso dari Agrinas, Nilai Kontrak Tembus 10T

Kingspector — Pasar kendaraan niaga tanah air sedang bergeliat. Kabar terbaru datang dari Mitsubishi Fuso yang baru saja mengamankan pesanan truk dalam jumlah fantastis. Bukan belasan atau ratusan, tetapi 20.600 unit!

Pesanan sebanyak itu datang dari PT Agrinas Pangan Nusantara. Angka ini tentu membuat banyak pihak melongo. Apalagi jika melihat nilai kontraknya yang mencapai lebih dari Rp 10 triliun. Sebuah angka yang sangat besar dan menunjukkan kepercayaan luar biasa terhadap produk Fuso.

Lantas, seperti apa detail kesepakatan besar ini? Dan mengapa Agrinas memilih Fuso? Mari kita bahas lebih dalam.

CEK HARGA BIAYA INSPEKSI MOBIL BEKAS DI SINI

 

Fuso Jadi Andalan Logistik Koperasi Desa Merah Putih

Pemesanan truk dalam jumlah besar ini bukan tanpa alasan. Agrinas Pangan Nusantara memang sedang bergerak cepat membangun ekosistem logistik untuk mendukung Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Koperasi ini membutuhkan armara yang tangguh untuk mendistribusikan berbagai komoditas pangan ke seluruh pelosok desa. Dari situ, Agrinas kemudian memilih Fuso sebagai mitra utama penyedia kendaraan.

Kabar ini langsung dibenarkan oleh Aji Jaya, Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), selaku agen pemegang merek Mitsubishi Fuso di Indonesia.

 

Semua Unit Adalah Canter CKD Buatan Dalam Negeri

Pertanyaan selanjutnya, model truk apa yang dipesan? Apakah model besar seperti traktor kepala atau truk gandeng?

Ternyata, yang dipesan adalah jenis light duty truck (LDT) alias truk ringan. Modelnya adalah Canter, truk ikonik Fuso yang sudah terkenal lincah di jalanan perkotaan hingga medan berbukit.

Yang lebih membanggakan, semua unit yang dipesan berstatus Completely Knocked Down (CKD). Artinya, seluruh unit dirakit langsung di dalam negeri. Ini berarti proses perakitan, perangkaian komponen, hingga finalisasi dilakukan oleh pekerja Indonesia di pabrik Fuso.

Kebijakan ini jelas memberikan dampak positif bagi industri otomotif lokal. Mulai dari penyerapan tenaga kerja, penggunaan komponen lokal, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor manufaktur.

Baca juga: Kingspector Sambut Antusiasme Calon Pembeli Mobil Bekas Area Magetan, Madiun, dan Ngawi

Kingspector Sambut Antusiasme Calon Pembeli Mobil Bekas Area Magetan, Madiun, dan Ngawi

 

Nilai Kontak Rp 10,8 Triliun, Uang Muka Rp 2,8 Triliun

Dari dokumen yang diterima media, disebutkan bahwa pemesanan ini dilakukan melalui agen distributor Fuso yaitu PT Dipo Internasional Pahala Otomotif (DIPO). Perusahaan ini diminta menyediakan 20.600 unit truk 6 ban.

Lalu, berapa nilai pastinya? Nilai kontraknya tercatat mencapai Rp 10.835.600.000 (sekitar Rp 10,8 triliun). Jumlah yang sangat fantastis untuk sebuah proyek pengadaan truk ringan.

Sebagai bentuk keseriusan, PT Agrinas bahkan telah menyetorkan uang muka. Angkanya tidak main-main, mencapai Rp 2.840.400.000.000 (sekitar Rp 2,84 triliun). Pembayaran uang muka ini dilakukan pada awal April, menandai dimulainya proses realisasi pesanan besar tersebut.

 

Kontras dengan Proyek Pikap India yang Heboh Sebelumnya

Kesepakatan antara Fuso dan Agrinas ini cukup kontras jika dibandingkan dengan proyek pengadaan sebelumnya. Seperti diketahui, Agrinas sempat mendapat kritik tajam karena mengimpor truk pikap asal India.

Saat itu, Agrinas mengimpor 105 ribu unit pikap dari India. Bahkan dua pabrikan India, Mahindra dan Tata, secara resmi mengumumkan kerja sama ini. Detailnya, Tata Motors menyetujui penjualan 70 ribu unit (35.000 unit Yodha PU dan 35.000 unit truk Ultra T.7), sementara Mahindra memasok 35.000 unit Scorpio Pik Up.

Yang menjadi masalah adalah status unit yang didatangkan utuh atau Completely Built Up (CBU) dari luar negeri. Kebijakan ini dianggap merugikan industri dalam negeri karena tidak ada proses perakitan lokal, sehingga nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja tidak terjadi di Indonesia.

Kini, dengan memilih Fuso Canter yang diproduksi secara CKD di dalam negeri, Agrinas seolah melakukan koreksi. Langkah ini bisa dilihat sebagai upaya mendukung pemerintah dalam memperkuat industri manufaktur lokal.

Baca juga: Eco Driving: Lebih dari Sekadar Hemat BBM, Ini 5 Manfaatnya untuk Mobil Kesayangan

Eco Driving: Lebih dari Sekadar Hemat BBM, Ini 5 Manfaatnya untuk Mobil Kesayangan

 

Mengapa Fuso Canter Menjadi Pilihan Utama?

Tidak heran jika Fuso Canter menjadi primadona dalam proyek sebesar ini. Selama puluhan tahun, Canter sudah terbukti memiliki sederet keunggulan:

  1. Ketangguhan Mesin: Mesin diesel Fuso terkenal bandel dan tahan banting, cocok untuk operasional logistik harian.

  2. Biaya Perawatan Rendah: Suku cadang mudah didapat dan harga jual kembali yang tinggi.

  3. Fleksibilitas: Tersedia dalam berbagai varian bak, muatan, dan sumbu roda, sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan angkut pangan.

  4. Jaringan Purna Jual Luas: Bengkel resmi Fuso tersebar hingga ke daerah-daerah, memudahkan perawatan armada ribuan unit.

 

Dampak bagi Pasar Truk Nasional

Pesanan 20.600 unit ini tentu akan menggerakkan pasar truk nasional secara signifikan. Selain menguntungkan Fuso dan jaringan diler seperti DIPO, proyek ini juga akan berdampak pada:

  • Industri komponen lokal: Peningkatan produksi CKD berarti kebutuhan komponen lokal akan melonjak.

  • Sektor logistik: Dengan armada baru yang besar, distribusi program Koperasi Desa Merah Putih diharapkan lebih lancar.

  • Perekonomian desa: Ketersediaan logistik yang terintegrasi dapat menekan biaya dan memperlancar pasokan pangan ke desa-desa.

 

Kesimpulan

Kesepakatan antara Fuso dan Agrinas dengan nilai hingga Rp 10 triliun ini menjadi bukti bahwa kendaraan niaga rakitan lokal masih sangat dipercaya untuk program strategis nasional. Dengan memilih 20.600 unit Fuso Canter yang diproduksi di dalam negeri, Agrinas tidak hanya membeli truk, tetapi juga ikut menggerakkan roda ekonomi dan industri manufaktur Indonesia.

Proyek besar ini juga menjadi sinyal positif bahwa ke depan, pengadaan kendaraan untuk program pemerintah atau BUMN sebaiknya lebih memprioritaskan produk CKD lokal daripada impor utuhan. Semoga ini menjadi preseden baik untuk industri otomotif tanah air ke depannya.


Kingspector merupakan penyedia layanan jasa inspeksi mobil bekas yang terkenal dengan pelayanan profesional dan independen di Indonesia.

Cakupan lokasi inspeksi kami tersedia di:

Alamat Kantor Pusat: Jl. Banowati No.646 Dirgantara, RT.7/RW.3, Halim Perdanakusuma, Kec. Makasar, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13610 | Google Maps

Jam Buka: Setiap hari, Jam 9.00 AM – 9.00 PM (pagi – malam)

Telepon/ WA: +6282223247399